Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juni 2015

Untukmu Lelaki, yang Dirindu Pujaan Hati

Heey kawan siapapun kamu,
Izinkan aku sebentar saja memperkenalkan diri,
Tidak banyak yang bisa aku sampaikan saat ini,
Selain aku, pengagum rahasia wanita yang kini merindukanmu sekuat hati,

Tak perlu risau kawan,
Sedikitpun aku tak ada niat merebutnya dari takdirmu,
Karena sejak awal ketika dia masih bersamaku,
Tak pernah ia bawa serta cinta seutuhnya untuk hati rapuhku,

Kaawaaaaaaan,
Sungguh saat ini tidak ada perasaan lain padamu selain iri,
Aku tak menyalahkan dia yang telah menjatuhkan pilihan hati,
Pun tak ingin menyalahi takdir yang pasti datang menghampiri,

Kumohon kali ini kawan,
Jika kelak kalian dipertemukan,
Tolong jaga hatinya yang rapuh berantakan,
Oleh masa lalu yang sedu sedan,

Karena aku tau wahai kawanku,
Pujaan hatiku tidak akan merindukan sembarang pria,
Dia merindukanmu karena kau istimewa baginya,
Jadi kumohon sekali lagi jaga sepenuh hati dia untuk selamanya,

Jadi kawanku,
Kutitipkan pujaan hatiku padamu, ya :)

***

Untukmu deek, maaf aku bikin note tentangmu lagi, semoga kamu nggak baca ini.
Kalau kamu baca ini, yaaaa sudah, nikmati saja ketikan hati saya :v

Jangan khawatir deek, Doa terbaikku selalu tertuju padamu :)

Senin, 01 Juni 2015

Hujan, Datanglah lalu Pergilah

Hujan,
kumohon datanglah,
hapus air mataku bersamamu,
temani hatiku dalam biru,

Hujan,
segera pergilah,
jangan terlalu lama singgah,
aku tak ingin hati semakin resah,

Hujan,
sebentar saja,
datanglah lalu pergilah,
obati hati yang sedang gelisah,

Hujan,
datanglah lalu pergilah,
aku ingin melihat pelangi,
menghiasi senja hari ini,

Hujan,
terima kasih ...

pelangi sore belakang kantor di Timika

Senin, 18 Mei 2015

Maaf, Itu Saja

maaf,
jika aku belum bisa menerima kepergianmu,
meski kau telah bahagia disana.

maaf,
jika aku belum bisa berhenti mengharap dirimu,
meski kau tak menginginkannya.

maaf,
jika aku sengaja menjauh darimu,
meski bagimu tiada terasa.

maaf,
jika aku pernah melukaimu dulu,
meski aku tidak sengaja.

maaf,
jika aku terus doakan kebaikanmu,
meski kau tak pernah menginginkannya.

maaf,
itu saja

maka,
maafkan aku